Studi Kasus Kesalahan Optimasi SEO On Page

Kesalahan Optimasi SEO On Page

Ada sebuah pertanyaan yang sering saya temukan di sejumlah forum, blog, hingga sosial media di kalangan blog. “Bang kenapa ya setelah saya ganti template, koq posisi artikel saya jadi menurun?”

Pernah nggak kalian menemukan pertanyaan tersebut atau malah kalian yang menanyakan hal tersebut. Sabar ya? Kita pelajari secara perlahan dan kemudian kita temukan sejumlah kesalahan dengan studi kasus yang mendalam. Di halaman blog kecil ini saya memang berusaha mencatat sejumlah penemuan dan opini saya tentang masalah-masalah yang mungkin ditemukan dalam aktivitas ngeblog kita.

Namun saya harap bisa bersabar sedikit, karena bagaimana pun juga kita harus mengkaji sejumlah permasalahan dengan melakukan sejumlah percobaan yang kadang itu harus mengorbankan beberapa halaman blog pribadi saya.

Dari banyak kesalahan yang mungkin terjadi pada sebuah halaman blog, ini terbagi menjadi 2 bagian sederhana. Ada yang bisa kita minimalisir kesalahan tersebut, namun juga ada yang kita hanya bisa berpasrah kepada tuhan sambil mengoptimalkan sisi lainnya.

Ada beberapa kesalahan kita dalam mengoptimalkan halaman blog kita di mesin pencarian, berdasarkan hasil percobaan saya ternyata ini berakibat sangat buruk. Namun perlu di catat bahwa ini hanyalah asumsi saya belaka, bisa saja salah dan bisa saja benar.

Terjadi Duplikat Anchor Text atau Teks Jangkar Pada Tautan Internal.

Teks Jangkar

Keberadaan tautan internet sebenarnya sangat bagus bagi halaman blog kita. Google bahkan menyarankan kita untuk memberikan tautan internal agar alat perayapan Google berjalan dengan lancar. Namun, jika itu dilakukan dengan ketidak hati-hatian maka akan berpotensi merusak.

Salah satu yang mampu menyebabkan melemahnya kekuatan laman post di halaman blog kita adalah terjadinya duplikat anchor text atau teks jangkat pada satu link tautan di satu laman.

Dalam kasus sederhana bisa kita lihat tautan internal ke halaman depan atau home blog kita. Misalkan dalam sebuah laman yang terbuka tentu ada banyak tautan yang mengarah ke halaman depan, dari menu hingga copyright yang mungkin kita kasih url tautan.

Perhatikan kesalahan kita, di menu biasanya kita memberikan teks jangkar “Beranda, Home, Halaman Depan, dll” namun di bagian lain seperti footer kita menjadikan nama branding blog kita sebagai teks jangkar. Atau di bagian title kita menggunakan teks jangkar nama blog kita.

Bukan kah itu berarti ada banyak tautan link internal dengan anchor text yang berbeda namun satu tujuan link yang sama. Mungkin tidak masalah, tuh nama branding kita juga palingan cuman kita yang menggunakan atau dibandingkan dengan yang lain tentu nama situs/blog kita akan lebih kuat dibandingkan yang lainnya.

Lalu bagaimana jika ini terjadi pada satu laman postingan kita dengan kata kunci sangat ketat, sementara optimasi kita tidaklah maksimal. Dan ini sangat mungkin terjadi dalam laman postingan tersebut.

Misalnya: pada laman artikel postingan kita memberikan tautan ke sebuah laman lain menggunakan teks jangkar, namun secara bersamaan laman yang di tuju juga suatu saat atau satu kondisi juga muncul dengan teks jangkar yang berbeda, seperti pada artikel terkait dan widget (artikel populer atau terbaru) yang menggunakan teks jangkar sesuai judul artikel.

Hati-hati dengan artikel terkait, widget yang menampilkan artikel populer atau terbaru. Dan inilah alasan logis yang saya temukan kenapa saat kita mengganti theme, artikel postingan bisa menguat dan bisa melemah di mesin pencarian.

Terjadi Tautan Ganda Dengan Teks Jangkar Sama.

Pernah kita memperhatikan teks jangkar saat memberikan tautan internal atau mungkin membuat backlink. Apakah sudah ada teks jangkar tersebut, sehingga berpotensi terjadi tautan ganda.

Misalnya: saya memasukan sebuah tautan menggunakan anchor text tertentu, sebut misalkan “Optimasi On Page” yang saya arahkan ke laman “A”. Namun secara bersamaan anchor text juga di gunakan untuk mengarahkan ke laman “B”.

Ini juga sebuah kesalahan yang mungkin pernah kita lakukan saat berburu backlink atau mengoptimasi tautan internal kita. Bedanya jika yang pertama kita bahas pengaruhnya kepada laman yang di tuju, sementara dalam kasus ini justru laman yang memberikan tautan arahan.

Jika ini terlalu banyak, maka bisa jadi laman perujuk malah di anggap spam oleh mesin perayapan. Yang terjadi bukan nya membuat lebih baik malah sedikit merusak dengan menghilangkan kekuatan tautan backlink tersebut.

Kesalahan Optimasi SEO On Page Lainnya.

Mungkin masih banyak kesalahan lainnya, dan kita terus akan melakukan sejumlah percobaan kemudian merangkumnya dalam sebuah catatan sederhana lainnya. Semoga ulasan kami bisa bermanfaat.

Diterbitkan oleh Ais elkirami

Ais elkirami adalah seorang penulis blog sekaligus pemerhati SEO, Gaya Hidup, Kesehatan, Teknologi. Aktif menjadi penulis sejak tahun 2008 silam. Seorang ayah dari 2 anak yang begitu perduli dengan kehidupan sosial sebuah masyarakat.