Ini Persiapan Jika Ingin Menjadi Blogger Berpenghasilan

Menjadi seorang blogger katanya tidak kalah dengan profesi menjadi Youtuber yang belakangan ini ramai di perbincangkan oleh orang-orang. Jika kita terkagum-kagum mendengar penghasilan Atta Halilintar yang katanya ratusan juta, menjadi blogger juga cukup menggiurkan. Karena faktanya tidak sedikit blogger yang bermain senyap namun berpenghasilan puluhan juta rupiah untuk perbulan nya.

Namun tentunya semua itu bukanlah sesuatu yang didapatkan dengan cara instant, karena bagaimana pun juga anda harus menginvestasikan sejumlah waktu, pemikiran, dan tenaga untuk membangun kerajaan bisnis anda di dunia online.

Baca juga: Berburu Penghasilan Online Dengan Menjadi Influencer Marketing

Berikut adalah gambaran sejumlah hal yang anda persiapkan untuk menjadi seorang blogger berpenghasilan:

Memiliki Ide dan Pengetahuan Tentang Topik yang Akan di Bahas.

Ide Menjadi Blogger

Banyak sekali blogger yang dengan tergesa-gesa membuat blog tanpa memikirkan ide apa yang akan dia tuangkan pada halaman blognya. Menjadi blogger berarti anda akan memberikan sebuah konten dalam bentuk artikel, visual, dan bahan pendukung lainnya.

Kasus klasik memang namun entah kenapa banyak orang yang enggan belajar tentang permasalahan ini dari banyak kasus. Karena membuat halaman blog itu mudah maka banyaklah orang yang mengaku blogger, namun setelah berjalan beberapa waktu mereka kebingungan dengan laman blog mereka. Apa yang akan diperbuatnya dengan blognya.

Menulis konten artikel! ya, tapi artikel apa?.

Mungkin kita bisa menulis artikel apa saja, namun bagaimana prospeknya dengan topik pembahasan anda. Apakah ada orang yang berminat? atau jangan-jangan topik yang anda angkat bukanlah topik yang menjanjikan untuk mendatangkan penghasilan.

Yang lebih parahnya lagi, justru dia bingung mau menulis apa dengan topik yang diangkat pada laman blognya. Tidak sedikit yang kemudian berusaha mengambil dari ide orang lain hingga mengcopy paste artikel orang lain secara mentah-mentah. Dijadikan nya itu sebagai alternatif kebuntuan yang terjadi. Namun, yang namanya sesuatu yang bukan berasal dari dirinya pada akhirnya akan sulit juga bertahan karena banyak faktor.

Memiliki Mental yang Tidak Mudah Putus Asa.

Mental Blogger

Jika anda berpikir bahwa menjadi blogger mudah, maka anda salah! serius saya bilang anda salah. Tahapan membangun sebuah laman blog itu membutuhkan waktu, membutuhkan usaha, dan pengetahuan baru yang mungkin anda akan belajar setelah menjalaninya.

Kesalahan demi kesalahan bisa saja akan anda temukan, walau awalnya itu kamu anggap benar. Anda bisa saja memiliki teori yang mumpuni tentang dunia IT, program, menulis yang baik, dll. Namun saat anda mencoba menerapkan nya di laman blog anda tidak mustahil apa yang anda harapkan akan melenceng jauh dari kenyataan.

Tentang bagaimana anda harus menaklukan mesin pencarian, menaklukan algoritme mesin pencarian yang setiap waktu bisa saja berubah hingga ada kawan-kawan blogger yang menganggap SEO ( Search Engine Optimization ) itu soal keburuntungan.

Setelah anda meluangkan waktu menulis sejumlah artikel namun justru tulisan anda tidak muncul di mesin pencarian, apa anda kecewa?. Atau bahkan tidak ada sama sekali orang yang membaca artikel anda, apa anda akan berhenti menulis?. Jika ” iya” maka itu artinya anda kalah. Karena itulah mental dan semangat yang kuat akan anda butuhkan.

Baca juga: Studi Kasus Kesalahan Optimasi SEO On Page

Memiliki Kemauan untuk Belajar.

Bahkan seorang blogger kenamaan sekalipun bisa saja menjadi buyar dengan cepatnya perkembangan internet, dunia teknologi online, dan perkembangan website dan dunia blog. Jika anda malas mempelajari perkembangan yang terjadi siap-siap saja anda akan tersingkir, karena ada banyak blogger kreatif lainnya yang siap mencuri dari kelemahan anda.

Sayangnya untuk sampai ini belum ada sekolah untuk menjadi blogger, belum ada fakultas yang mengajarkan bagaimana teknik optimasi SEO dan mendatangkan traffic laman blog. Anda harus belajar dari pengalaman, mengambil pelajaran dari banyak kesalahan, dan mau mempelajarinya dari sudut pandang orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *